Mutu layanan kesehatan bersifat multidimensi, antara lain:
Dimensi Kompetensi Teknis
Dimensi kompetensi teknis menyangkut keterampilan,
kemampuan, penampilan atau kinerja pemberi layanan kesehatan. Dimensi ini
berhubungan dengan bagaimana pemberi layanan kesehatan mengikuti standar
layanan kesehatan yang telah disepakati, yang meliputi ketepatan, kepatuhan,
kebenaran dan konsistensi. Tidak dipenuhinya dimensi kompetensi teknis dapat
mengakibatkan berbagai hal, mulai dari penyimpangan kecil terhadap standar
layanan kesehatan, sampai pada kesalahan fatal yang dapat menurunkan mutu
layanan kesehatan dan membahayakan jiwa pasien.
Dimensi Keterjangkauan atau Akses
Artinya layanan kesehatan harus dapat dicapai oleh
masyarakat, tidak terhalang oleh keadaan geografis, sosial, ekonomi, organisasi
dan bahasa. Akses geografis diukur dengan jarak, lamanya perjalanan, biaya
perjalanan, jenis transportasi, dan/atau hambatan fisik lain yang dapat
menghalangi seseorang memperoleh layanan kesehatan. Akses sosial atau budaya
berhubungan dengan dapat diterima atau tidaknya layanan kesehatan itu secara
sosial atau nilai budaya, kepercayaan dan prilaku. Akses ekonomi berkaitan
dengan kemampuan membayar biaya layanan kesehatan. Akses organisasi ialah sejauh
mana layanan kesehatan itu diatur hingga dapat memberikan kemudahan/kenyamanan
kepada pasien atau konsumen. Akses bahasa, artinya pasien harus dilayani dengan
menggunakan bahasa atau dialek yang dapat dipahami oleh pasien.
Dimensi Efektivitas
Layanan kesehatan harus efektif, artinya harus mampu
mengobati atau mengurangi keluhan yang ada, mencegah terjadinya penyakit dan
berkembang/meluasnya penyakit yang ada. Efektifitas layanan kesehatan ini
bergantung pada bagaimana standar layanan kesehatan itu digunakan dengan tepat,
konsisten dan sesuai dengan situasi setempat. Umumnya standar layanan kesehatan
disusun pada tingkat organisasi yang lebih tinggi, sementara pada tingkat
pelaksana, standar layanan kesehatan itu harus dibahas agar dapat digunakan sesuai
dengan kondisi.
Dimensi efektivitas berhubungan erat dengan dimensi
kompetensi teknis terutama dalam pemilihan alternatif dalam menghadapi relative
risk dan ketrampilan dalam mengikuti prosedur yang terdapat dalam standar
layanan kesehatan.
Dimensi Efisiensi
Sumber daya kesehatan sangat terbatas. Oleh karena itu
dimensi efisiensi kesehatan sangat penting dalam layanan kesehatan. Layanan
kesehatan yang efisien dapat melayani lebih banyak pasien dan masyarakat.
Layanan kesehatan yang tidak efisien umumnya berbiaya mahal, kurang nyaman bagi
pasien, memerlukan waktu lama, dan menimbulkan resiko yang lebih besar pada
pasien. Dengan melakukan analisis efisiensi dan efektivitas kita dapat memilih
intervensi yang paling efisien.
Dimensi Kesinambungan
Dimensi kesinambungan layanan kesehatan artinya pasien harus
dapat dilayani sesuai dengan kebutuhannya, termasuk rujukan jika diperlukan
tanpa mengulangi prosedur diagnosis dan terapi yang tidak perlu. Pasien harus
selalu mempunyai akses ke layanan kesehatan yang dibutuhkannya. Karena riwayat
penyakit pasien terdokumentasi dengan lengkap, akurat dan terkini, layanan
kesehatan rujukan yang diperlukan pasien dapat terlaksana dengan tepat, waktu
dan tempatnya.
Dimensi Keamanan
Dimensi keamanan maksudnya layanan kesehatan harus aman,
baik bagi pasien, pemberi layanan maupun masyarakat sekitarnya. Layanan
kesehatan yang bermutu harus aman dari risiko cidera, infeksi, efek samping,
aatau bahaya lain. Oleh karena itu harus disusun suatu prosedur yang akan
menjamin keamanan kedua belah pihak.
Dimensi Kenyamanan
Dimensi kenyamanan tidak berpengaruh langsung dengan
efektivitas layanan kesehatan, tetapi mempengaruhi kepuasan pasien/konsumen
sehingga mendorong pasien untuk datang berobat kembali ke tempat tersebut.
Kenyamanan dan kenikmatan dapat menimbulkan kepercayaan pasien terhadap
organisasi layanan kesehatan.
Dimensi Informasi
Layanan kesehatan yang bermutu harus mampu memberikan
informasi yang jelas tentang apa. Siapa, kapan, dimana dan bagaimana layanan
kesehatan itu akan atau telah dilaksanakan. Dimensi informasi ini sangat
penting pada tingkat puskesmas dan rumah sakit.
Dimensi Ketepatan Waktu
Agar berhasil, layanan kesehatan harus dilakukan dalam waktu
dan cara yang tepat, oleh pemberi layanan yang tepat, menggunakan peralatan dan
obat yang tepat, serta biaya yang tepat (efisien)
Dimensi Hubungan Antarmanusia
Hubungan antarmanusia adalah hubungan antara pemberi layanan
kesehatan (provider) dengan pasien atau masyarakat (konsumen), antar sesama
pemberi layanan kesehatan, antar atasan-bawahan, dinas kesehatan, rumah sakit,
puskesmas, pemerintah daerah, LSM, masyarakat dan lain-lain. Hubungan
antarmanusia yang baik akan menimbulkan kepercayaan dan kredibilitas dengan
cara saling menghargai, menjaga rahasia, saling menghormati, responsif, memberi
perhatian, dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar